Ketua KPUD DKI: Jika Hanya Diisukan Berkasus, Masih Boleh Jadi Cagub

 

Ketua KPUD DKI: Jika Hanya Diisukan Berkasus, Masih Boleh Jadi Cagub

M Iqbal – detikNews

Jumat, 09/03/2012 03:30 WIB

Browser anda tidak mendukung iFrame
 
Juri Ardianto/http://www.fauzibowo.com
Jakarta Gubernur Sumatera Selatan, Alex Noerdin, diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selama 8 jam. Pemeriksaan terkait kasus suap Wisma Atlet SEA Games. Kendati demikian Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI tidak masalah jika Alex maju jadi cagub di pemilukada DKI.

“Jika calon tersebut pernah divonis pidana sekurang-kurangnya 5 tahun penjara, itu
tidak boleh. Tapi kalau hanya sebatas menjadi saksi di persidangan, apalagi kalau
hanya isu, ya itu nggak apa-apa. Hanya saja, mungkin berpengaruh terhadap persepsi
publik,” ujar Ketua KPU DKI, Juri Ardianto.

Berikut ini wawancara detikcom dengan Juri di Kantor KPU DKI, Jl Budi Kemuliaan,
Jakarta Pusat, Kamis (8/3/2012):

Antara calon independen dan calon dari partai, bagaimana peluang keduanya untuk memenangkan pemilu?

KPU memperlakukan semua calon secara sama, baik independen maupun calon dari partai. Karena KPU tidak boleh memiliki pretensi apapun terhadap calon atau siapa yang akan menang nantinya.

Nah, calon independen kan harus mengumpulkan bukti dukungan 4 persen dari penduduk DKI melalui KTP, apakah itu sudah diverifikasi?

Proses verifikasi sedang berjalan, saat ini masih ada di kota.

Kapan verifikasi selesai dan kita dapat hasilnya?

Itu nanti tanggal 12 Mei.

Tentang calon incumben, beberapa kasus menunjukkan mereka menggunakan anggaran dan fasilitas negara untuk pemenangan mereka. Tanggapan Anda?

Siapa pun calonnya, tidak boleh menggunakan fasilitas maupun anggaran negara untuk
kampanye. Kalau hal tersebut ternyata dilakukan dalam tahapan pemilu, maka ini bukan
ranah KPU lagi, tapi ada Panwaslu dan Bawaslu.

Tentang calon yang diusung oleh salah satu partai, itu kan sedang terkait kasus yakni Alex Noerdin dari Golkar. Tanggapan Anda?

Wah, saya nggak ada tanggapan untuk itu. Ha ha.

Tapi bagaimana ketentuannya?

Jika calon tersebut pernah divonis pidana sekurang-kurangnya 5 tahun penjara, itu
tidak boleh. Tapi kalau hanya sebatas menjadi saksi di persidangan, apalagi kalau
hanya isu, ya itu nggak apa-apa. Hanya saja, mungkin berpengaruh terhadap persepsi
publik

Februari lalu saya baca, bahwa pengetahuan penduduk Jakarta tentang pilkada baru 46 persen dan targetnya bulan Maret ini 100 persen penduduk Jakarta tahu tentang pilkada. Sudah sejauh mana progress-nya?

Sampai saat ini sudah 60 persen penduduk Jakarta yang memiliki pengetahuan tentang
pilkada.

Kapan harapan Anda hal itu menjadi 100 persen?

Ya, semoga akhir bulan ini

Nah, itu erat kaitannya dengan sosialisasi, sudah sampai sejauh mana?

Sosialisasi masih terus berjalan sampai saat ini. Untuk proyek pengadaan logistik, apa sudah mulai dikerjakan? Karena beberapa hari lalu saya dengar belum ada yang pegang tendernya. Itu sudah. Sudah dimulai pengerjaannya.

Apa ada agenda di waktu dekat ini?

Besok ada sosialisasi pilkada di Halte Harmoni pukul 08.00 WIB.

(vit/vit)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s