Tabrak Mobil Dubes, Wanita Mabuk Merengek Takut Ditahan

Tabrak Mobil Dubes, Wanita Mabuk Merengek Takut Ditahan

E Mei Amelia R – detikNews

Jumat, 24/02/2012 09:58 WIB

Browser anda tidak mendukung iFrame
 
Jakarta Seorang perempuan berkulit hitam tiba-tiba menangis keras saat dibawa seorang polantas ke Markas Kepolisian Daerah Metro Jaya. Perempuan yang saat itu diduga terpengaruh alkohol merengek ke polisi agar tidak ditahan.

Belakangan diketahui, perempuan bernama Livia (22) itu rupanya terlibat kecelakaan. Motor Yamaha Vega R bernopol B 6813 SMZ terlibat tabrakan dengan mobil duta besar bernopol CD 76 01 di kawasan Dukuh Atas, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Jumat (24/2) pukul 06.15 WIB.

Polisi lalu lintas (polantas), Aris yang saat itu berjaga di Pos Lantas Sudirman membawanya karena ternyata mahasiswi salah satu universitas swasta di Jakarta itu dalam kondisi mabuk. Bersamanya, mobil dubes yang dikemudikan seorang pria juga dibawa ke Mapolda Metro Jaya.

“Dia mabuk, membahayakan kalau berkendara sendirian,” ujar Aris saat ditemui di Mapolda Metro Jaya.

Dalam keadaan masih menangis kencang, wanita asal Papua itu kemudian dibawa ke Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polda Metro Jaya. Sopir mobil dubes kemudian membuat laporan kejadian tersebut.

Bemper kiri depan mobil dubes itu mengalami lecet akibat peristiwa itu. Beruntung Livia tidak mengalami luka dalam kejadian kecelakaan itu.

“Saya mau belok kiri ke arah Four Season, dia tidak lihat lampu sign dan memotong mobil saya dari kiri kemudian bersenggolan,” jelas sopir dubes itu.

Peristiwa itu diketahui oleh Aris yang saat itu jaga di Pos Lantas Sudirman. Aris kemudian meminta wanita berambut keriting dan juga sopir dubes untuk menunjukkan SIM dan STNK kendaraan masing-masing.

“Dia (Livia) tidak punya SIM dan mulutnya juga bau alkohol,” kata Aris.

Aris kemudian membawa keduanya ke Mapolda Metro Jaya. Karena khawatir dengan kondisi Livia, Aris akhirnya membonceng Livia menggunakan motor Livia. Sementara mobil dubes menyusul di belakangnya.

Setibanya di Mapolda Metro Jaya, Livia kemudian menangis. Livia yang saat itu masih terpengaruh alkohol juga tidak menyadari kalau resleting celananya terbuka hingga pakaian dalamnya terlihat.

“Saya mau sekolah besok,” kata Livia sambil menangis.

Di Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK), Livia kemudian diinterogasi oleh petugas. Livia mengaku baru pulang dari Jalan Jaksa saat itu.

“Saya memang sedikit mabuk,” katanya masih sambil menangis.

“Bapak itu yang salah,” ujarnya menuduh sopir dubes.

“Kakak, saya jangan ditahan kakak. Saya besok mau kuliah,” Livia merengek.

Petugas perempuan kemudian menyarankan agar Livia tidak pulang sendiri. Petugas SPK itu kemudian meminta Livia agar menghubungi keluarganya.

“Tidak kakak. Ayah saya nanti pasti marah pukuli saya. Saya bisa pulang sendiri,” kata Livia menolak imbauan polwan itu.

“Jangan ditahan kakak. Kembalikan motor saya. Saya kasih BB (BlackBerry) saya saja,” kata Livia lagi.

“Buat apa BB kamu, kita tidak butuh BB kamu. Kamu saya suruh pulang diantarkan biar kamu tidak celaka, kamu itu mabuk,” kata polwan itu.

Namun Livia tetap menolak perintah polwan itu dan malah memilih menangis keras. Livia kemudian ditilang atas pelanggarannya yakni tidak mengantongi SIM C dan berkendara dalam keadaan mabuk.

(mei/ndr)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s