Minimalisir Kecelakaan, Ribuan Bus di Terminal Solo Diperiksa

Minimalisir Kecelakaan, Ribuan Bus di Terminal Solo Diperiksa

Muchus Budi R. – detikNews

Selasa, 14/02/2012 13:54 WIB

Browser anda tidak mendukung iFrame
 

Solo – Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Surakarta memeriksa angkutan umum di Terminal Tirtonadi. Tidak kurang 10 bus dinilai membahayakan penumpang jika dipaksakan beroperasi dan 3 bus ditahan di terminal.

Pemeriksaan dilakukan terhadap semua bus yang masuk maupun yang akan keluar terminal. Kondisi rem, roda, dan emisi gas buang, menjadi prioritas pemeriksaan. Dari pemeriksaan itu beberapa, bus dilarang melanjutkan perjalanan karena kondisinya dinyatakan tidak memenuhi persyaratan.

Tidak kurang dari 10 unit bus dilarang beroperasi sementara waktu karena menggunakan ban vulkanisir dan dinilai bisa membahayakan dalam perjalanan mengangkut penumpang. Tak cuma itu, 3 unit bus bahkan ditahan di terminal karena kondisi roda dan remnya tidak berfungsi dengan baik. Tiga unit bus tersebut dari PO Harta Sanjaya, PO Damar Sasongko, dan PO Sumber Kencono.

Kepala Dishubkominfo Kota Surakarta, Yosca Herman Soedrajat, inspeksi mendadak tersebut dilakukan karena saat ini banyak terjadi kecelakaan angkutan umum. Terminal Tirtonadi, lanjutnya, perlu mendapat perhatian khusus karena terminal bus terbesar di Jateng tersebut juga merupakan salah satu terminal bus tersibuk di Indonesia.

“Kita perlu memastikan bahwa ribuan bus yang keluar masuk Tirtonasdi setiap hari itu telah memenuhi standar keselamatan. Pemeriksaan ini akan kami lanjutkan pada waktu-waktu yang lain dengan target memeriksa kesehatan pengemudi dan awak bus. Kami akan melibatkan tim teknis dari Dinas Kesehatan,” ujarnya.

Yosca juga berjanji akan memberikan sanksi tegas bagi para pelanggar. Bus yang tidak layak jalan karena tidak memenuhi persyaratan, akan dipaksa untuk dikandangkan sampai pemilik bus memperbaiki atau melengkapi kondisi bus tersebut menjadi kembali layak jalan.

“Dari pemeriksaan tadi diketahui bahwa sejumlah PO memasang ban vulkanisiran. Padahal ban daur ulang seperti itu sangat berbahaya karena mudah rusak atau sobek, bahkan selip. Karena itu kami paksa agar ban seperti itu diganti,” lanjutnya.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s