Lokasi Kecelakaan Bus Maut Dipadati Warga, Lalin ke Puncak Tersendat

Lokasi Kecelakaan Bus Maut Dipadati Warga, Lalin ke Puncak Tersendat

E Mei Amelia R – detikNews

Minggu, 12/02/2012 08:50 WIB

Browser anda tidak mendukung iFrame
 
Foto: E Mei Amelia R/detikcom

Bogor, – Sehari pascakecelakaan bus Karunia Bakti (Garut-Jakarta) yang menewaskan 14 orang, lokasi kejadian di depan Pasar Cisarua Atas, Cisarua, Kabupaten Bogor, ramai menjadi tontonan warga. Pengemudi kendaraan yang melintas di lokasi juga melambatkan kendaraan untuk melongok ke luar jendela.

Pantauan detikcom, Minggu (12/2/2012) pukul 07.55 WIB, lokasi kecelakaan tepatnya di seberang Pafesta sudah ramai dikunjungi warga. Sejumlah warga melihat-lihat di lokasi terperosoknya bus dari ketinggian sekitar 5 meter dari jalan raya.

“Padahal nggak terlalu tinggi yah, tapi banyak yang meninggal,” ujar seorang warga yang menonton lokasi kejadian.

Sejumlah pedagang seperti bakso di pinggir jalan yang mengarah ke Puncak, tertabrak bus. Lapak para pedagang yang berada tepat di samping Bank Mandiri, hancur menjadi puing-puing.

Mangkuk dan piring-piring pecah berserakan di ubin lapak. Sayuran serta bahan-bahan untuk bakso juga bercampur aduk. Gerobak bubur ayam juga ringsek akibat diseruduk bus tersebut.

Beberapa puing-puing yang merupakan bangkai bus teronggok di pelataran Bank Mandiri. Pagar pembatas yang membatasi jurang dengan lapak pedagang itu jebol.

Bus bernopol Z 7519 DA kemudian nyungsep ke jurang dengan ketinggian sekitar lima meter. Bus tersangkut di tembok lantai bawah Bank Mandiri yang berbatasan dengan sebuah hotel. Pekarangan hotel pun penuh sampah bekas kecelakaan tersebut.

Lokasi kejadian yang hingga kini masih diberi garis polisi menjadi tontonan warga. Warga setempat yang masih penasaran menerobos garis polisi. Seorang petugas lalu lintas yang berada di lokasi kejadian kemudian mengusir warga yang berada di TKP.

“Maaf pak, jangan di tepian situ, bahaya,” kata polisi itu.

Beberapa pengunjung yang mengemudikan mobil berplat B menepikan kendaraannya di halaman Bank Mandiri yang memang luas dan cukup jauh dari jalan raya.

Namun, pengemudi kendaraan lainnya baik yang dari arah Jakarta menuju ke Puncak atau sebaliknya, sesekali memperlambat kendaraan dan melongkok melalui jendela untuk melihat-lihat. Akibatnya, arus lalu lintas di kedua arah sedikit tersendat.

Bus yang dikemudian Lukman Nur mulai kehilangan kendali akibat mengalami rem blong. Beberapa meter sebelum bus menabrak kendaraan lain hingga akhirnya terperosok, Lukman berserta kernet dan kondekturnya meloncat meninggalkan penumpang.

Bus kemudian menabrak sedikitnya 15 kendaraan berupa mobil dan motor yang berada di depannya sehingga kemudian bus masuk ke pekarangan hotel yang posisinya lebih rendah daripada jalan raya. Akibat kecelakaan itu, 14 dinyatakan tewas sementara 44 lainnya luka-luka.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s