Tim Investigasi: Jembatan Kukar Salah Sejak Perencanaan

Tim Investigasi: Jembatan Kukar Salah Sejak Perencanaan

Mega Putra Ratya – detikNews

Kamis, 09/02/2012 00:08 WIB

Browser anda tidak mendukung iFrame
 

Jakarta – Jembatan Kutai Kartanegara sepanjang 710 meter di atas Sungai Mahakam, Kalimantan Timur runtuh hingga menewaskan 24 orang. Runtuhnya jembatan tersebut karena akumulasi permasalahan sejak perencanaan, pelaksanaan, operasional hingga tahap pemeliharaan.

“Karena akumulasi tersebut sehingga saling memperparah dan menuju kegagalan (ambruk) struktur jembatan,” ujar Ketua Tim Investigasi Independen, Iswandi Imran dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi V di DPR, Jakarta, Rabu (8/2/2012).

Iswandi mengatakan tim yang dibentuk Kementerian Pekerjaan Umum tersebut terdiri atas 11 ahli dari beberapa perguruan tinggi seperti ITB, UGM, ITS, UI juga dari BPPT dan Asosiasi Jasa Konstruksi. Dalam temuannya, kelemahan yang terjadi adalah sifat material, sistem sambungan, korosi bahan, pengetahuan umur struktur, pemodelan geometri, keseimbangan dan kestabilan struktur hingga pengetahuan tes laboratorium komponen struktur dan pengetahun tentang faktor pemeliharaan.

Jembatan tersebut dibangun sejak 1995 dan mulai beroperasi pada 2001. Namun penyebab runtuh jembatan itu sendiri, kata Iswandi, karena adanya tegangan tambahan yang terjadi saat pekerjaan pemeliharaan berlangsung.

Setelah pendongkrakan (jacking) di sisi hulu, katanya, sambungan antara batang gantungan (hanger) dengan kabel utama putus. Ini dikarenakan klemnya sudah korosi. Putusnya sambungan ini memicu keruntuhan jembatan secara total dalam waktu sekitar 20 detik.

“Ini mengindikasikan bahwa sistem sambungan merupakan titik lemah dalam lintasan gaya,” katanya.

Menurut Iswandi, material yang dipakai sebagai sambungan antara batang hanger dan kabel utama yaitu besi cor (ductile cast iron FCD 60) ketahanannya tidak bagus dibandingkan dengan baja cor.

“Baja cor bila terjadi dampak tiba-tiba ketahanannya lebih bagus,” jelasnya.

Mengapa pelaksana memilih besi cor? “Saya pikir itu karena lack of knowledge, masalah pengetahuan soal material dari pelaksana saja yang kurang sempurna,” paparnya.

Sekedar diketahui, bahan batang hanger jembatan tersebut diimpor dari Jerman, kabel utama dari Kanada, dan sambungan (klem) produk dalam negeri.

“Besi cor sebetulnya tidak cocok digunakan sebagai komponen sambungan antara batang hanger dengan kabel utama, tapi itu dilakukan pada jembatan ini,” ungkapnya.

Dia juga heran bahwa konsultan yang disewa dari Jepang, Pacific Consultant International (PCI) menyetujui penggunaan besi cor tersebut. Iswandi mengatakan bahwa temuan tersebut tidak untuk menyalahkan pihak-pihak tertentu. “Tapi mencari apa yang kurang benar dan apa yang harus diluruskan,” tuturnya.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s